5 Metode agar Bisa Hamil Anak Laki-laki atau Perempuan


Memiliki keinginan untuk punya anak dengan jenis kelamin tertentu itu wajar kok, Bun. Bila sudah memiliki banyak anak laki-laki, biasanya orang tua cenderung mendambakan kehadiran anak perempuan, begitupun sebaliknya.

Untuk memenuhi keinginan itu, tidak jarang banyak pasangan melakukan berbagai cara. Percaya atau tidak, beberapa cara memang berhasil memenuhi harapan dan keinginan Ayah dan Bunda.

Dilansir What to Expect, berikut 5 metode untuk Ayah dan Bunda jika ingin mendapatkan anak dengan jenis kelamin laki-laki atau perempuan.

1. Preimplantation genetic diagnosis (PGD)

Teknik ini menggunakan teknologi tingkat tinggi karena pasangan diharuskan menjalani tes genetik. Tes genetik digunakan untuk mengetahui apakan pasangan adalah pembawa kelainan gen yang serius atau tidak.

Dengan menggunakan teknik in-vitro fertilization (IVF), dokter akan mengekstraksi satu sel dari embrio yang membelah dengan cepat dan memeriksanya untuk ditentukan jenis kelamin yang diinginkan. Saat sudah didapat, embrio ini akan ditanam di dalam rahim.

Meski metode ini terbukti efektif, masih banyak kontroversi dalam praktiknya. Soalnya, Bun, cara ini dianggap terlalu memaksakan dan dari segi ilmu kedokteran tidak dapat dibenarkan.

2. Teknik memilih sperma

Teknik pemilihan jenis kelamin ini melibatkan pemisahan sperma yang menghasilkan anak perempuan (sperma X) dan anak laki-laki (sperma Y) dalam laboratorium. Caranya dengan menanamkan sperma yang diinginkan di rahim melalui intrauterine insemination (IUI) atau menggunakan sperma terpilih untuk membuahi sel telur di luar tubuh.

3. Metode Shettles

Cara ini terbukti 75 persen sukses namun tidak banyak peneliti yang mendukung pernyataan itu. Dalam metode Shettles, sperma X bergerak lebih lambat tapi hidup lebih lama. Sedangkan, sperma Y bergerak lebih cepat tapi periode hidupnya lebih pendek.

Saat menerapkan metode ini, pasangan disarankan berhubungan seksual dua sampai empat hari sebelum ovulasi bila menginginkan anak perempuan. Jika ingin anak laki-laki, disarankan berhubungan seksual sedekat mungkin dengan waktu ovulasi.

Ada beberapa hal lain yang harus dilakukan dalam metode shettles untuk mengundang sperma X atau Y. Contohnya, posisi bercinta dan waktu orgasme wanita yang tepat.

4. Metode Whelan

Metode ini adalah kebalikan metode Shettles. Metode ini mengacu pada perubahan biokimiawi sperma X dan Y yang akan membuahi sel telur. Untuk mendapatkan anak laki-laki, pasangan harus berhubungan seksual empat hingga enam hari sebelum ovulasi. Sedangkan, jika menginginkan anak perempuan, sebaiknya berhubungan seksual dua hingga tiga hari sebelum ovulasi atau tepat pada saat ovulasi.

5. Alat pendeteksi dan pemilih jenis kelamin

Ada beragam jenis alat pemilih jenis kelamin. Alat ini digunakan melihat perubahan dan kondisi di sekitar sel telur dan sperma (dengan menggunakan suplemen bernutrisi dan douches atau alat medis untuk mengalirkan cairan).

Tujuannya, agar saluran vagina lebih mudah menerima sperma X atau Y. Namun, menggunakan alat seperti ini sangat tidak dianjurkan oleh para ahli dan tenaga medis, karena risiko dan dampaknya masih dipertanyakan.

Untuk mencoba melakukan metode di atas, baiknya Bunda konsultasikan dulu ke dokter ya. Agar tidak ada kesalahan dan bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Bicara soal jenis kelamin bayi, menurut dr.Boy Abidin, Sp.OG(K), jenis kelamin anak kelak ditentukan oleh sperma suami. Sehingga secara teori jenis kelamin anak bisa ditentukan dengan melakukan manipulasi sperma.

"Jika sperma dominan kromosom X maka anak akan selalu perempuan tapi kalau kromosom Y maka anak akan laki-laki. Dan jika fifty-fifty maka anak bisa laki-laki atau perempuan," tutur Boy dilansir detikcom.

Boy juga menjelaskan secara teori mengubah suasana asam dan basa di daerah vagina pun bisa dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan anak dengan jenis kelamin tertentu. Dengan perubahan asam diharapkan sperma perempuan akan lebih dominan dan ketika suasana basa akan dominan laki-laki.

Comments